Sabtu, 25 September 2010

Yuk lihat wayang kulit !!!

Sangat jarang memang pagelaran wayang kulit diadakan. Apalagi diadakannya untuk mengisi suatu resepsi pernikahan, yang belakangan ini kebanyakan diisi oleh pemain organ tunggal/electone, atau band dengan lagu jazz atau top 40, bahkan lagu dangdut. Jadi momen ini termasuk jarang dan sungguh sayang untuk dilewatkan.

Walaupun saya pribadi kurang begitu paham apa yang disampaikan sang dalang (he...he...he...), tetapi menyaksikan pertunjukan ini secara langsung memang terasa beda bila dibandingkan jika kita melihat melalui televisi misalnya.

 Sekedar untuk dokumentasi, ini beberapa potret pertunjukan wayang kulitnya. Monggo disimak nggih... (^_^)



 de panggung ~ by numberone
 
 

 penikmat setia ~ by numberone



 "tiga diva" ~ by numberone




 de Raksasa ~ by numberone




 (kata para penonton) "de Changcuters" ~ by numberone




cangik dan limbuk ~ by numberone




de gamelan player ~ by numberone




 de sinden ~ by numberone




de "player" ~ by numberone

17 comments:

Ummiega mengatakan...

Di daerah kami juga sudah hampir punah tradisi wayang kulit ini. Padahal dengan cara inipun dapat menjadi sarana dakwah.

numberone mengatakan...

kalau tidak salah salah seorang wali dari wali songo juga menggunakan kebudayaan wayang kulit untuk berdakwah... cuma lupa siapa ya?

deasy mengatakan...

aku dulu sering lihat wayang sama eyang kakung.. suka rindu digendong waktu kecil:)

hoho Btw i'm not yet married haha..anniversary wedding tu cuma bwt postingan aja. Thanks Numberone

Eka ninjitsu mengatakan...

wayang adalah satu satu kebudayaan asli Indonesia, ayo kita lestarikan bersama-sama...

numberone mengatakan...

@deasy: hehehe... kupikir lg ngerayain ultah pernikahannya (^^) ha ha ha...

@eka: betul..betul...betul....sebelum di klaim orang lain... (^^)

Zan Insurgent mengatakan...

semoga budaya leluhur ini masih bisa bertahan,bukankah Islam masuk ke jawa juga pernah memakai mediasi wayang ^__^

ayo sumbangkan apresiasi kita untuk kebudayaan kita yang positif karena ga semua kebudayaan itu baik jadi kita harus bisa meilih mana yg baik dan mana yg buruk.

z33s mengatakan...

klo di kampung saya bukan wayang kulit, tapi wayang golek, itu juga sekarang sudah jarang... tapi sebagai penerus bangsa, mari kita budayakan kembali kebudayaan asli milik kita....

NB: tp sayangnya kebanyakan anak sekarang sudah banyak ikut budaya negara sono ...!

Willyo Alsyah P. Isman mengatakan...

gerilya minggu pagi disini

Iskaruji mengatakan...

Satu yang bikin gue suka wayang...tuh dalang kuat banget semalam suntuk duduk, ngoceh, n tangan dan kaki juga beraktifitas...bangga dech

Elong Bujang mengatakan...

Kita harus mengemaskinikan Wayang kulit, atau membuat varian wayang kulit dengan fokus ke anak2 sehingga mereka tertarik dan mengalahkan film animasi yg ada di TV (Naruto, Sponge bob dll ..). Mungkin kita bisa belajar dari Overa Van Java yang mampu mengemas kinikan musik dan pakaian Jawa

Bejo mengatakan...

Keren nih photography nya

ada tips triknya ndak?

salam human. hahaha

NumberOne mengatakan...

@Zan: setuju Zan :)
@Aziz: follow blognya jg :) thanks dah add d blog ini :)
@willyo: trims udah mampir :)
@iskaruji: pada minum jamu kayaknya sebelum tampil...he...he...he..
@bejo: he he he, harusnya juragan copas nih yang bagi2 tips dan triknya :)

secangkir teh dan sekerat roti mengatakan...

saya lebih seneng denger wayang diradio aja ;D

four dreams mengatakan...

wih kesukaan bokap nih sob hehe :D

ashtho software easy mengatakan...

Seumur-umur belum pernah nonton pertunjukan wajang kulit....

zen-zen mengatakan...

Duh, kaya-kayanya belum pernah nih nonton wayang kulit, kalo wayang golek modern agak suka juga...
Apa memang sosialisasinya kurang nih ke anak-anak kita ?

yusi mengatakan...

Wayang kulit merupakan gambaran kehidupan sehari-hari jadi bukan hanya cerita belaka tapi mempunyai makna yang dalam dan bisa digunakan sebagai sarana dakwah oleh para wali (sunan kalijaga) budaya daerah patut dilestarikan.

Posting Komentar